Rabu, 06 Mei 2009

Penting gag sih give greeting to dosen setelah di dunia perkuliahan???

Mungkin sebagian orang, terutama saya sendiri masih merindukan masa-masa indah saat SMA dulu. Tapi, intinya disini saya tidak akan membahas tentang SMA saya.
Saat saya merenung, tiba-tiba terlintas di benak saya, mengapa setelah kita memasuki dunia perkuliahan banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi, tidak hanya perubahan pada diri sendiri tetapi juga lingkungannya pun terasa berbeda.
Intinya, saya merindukan di mana kita sebagai pelajar memberi salam kepada guru sebelum kelas dimulai, berdo'a bersama sebelum pelajaran dimulai yang dipimpin oleh ketua kelas, pembagian hasil akhir belajar(rapot) secara terbuka, dan masih banyak hal lagi. Yang tidak saya temukan ketika saya mulai memasuki dunia perkuliahan. Saya merasa semuanya menjadi lebih tertutup, pergaulan mungkin semakin terbatas karena setelah memasuki perkuliahan mungkin tugas yang diberikan semakin berat, jadi kita hanya fokus pada kuliah.

Senin, 20 April 2009

sekedar omong kosong

Melalui kesukaran dan kehinaan jiwa burung-burung ini menyusut
Ke dalam kefanaan, sementara tubuh mereka menjadi debu.
Stelah benar-benar dimurnikan mereka menerima hidup dari Cahaya hadirat Ilahi
Sekali lagi mereka menjadi hamba-hamba dengan jiwa yang segar,
Sekali lagi di jalan lain mereka penuh dengan ketakjuban
Perbuatan dan diam mereka pada masa lalu telah dienyahkan dan dilenyapkan dari lubuk dada mereka
Matahari kehampiran bersinar terang dari diri mereka
Jiwa semua mereka diterangi oleh cahayanya
Di dalam pantulan wajah tiga puluh burung dunia
Mereka lantas memandang, itulah Simurg:
Tidak diragukan lagi bahwa Simurg adalah tiga puluh burung
Semua bingung penuh ketakjuban, tak tahu apa mereka ini ataukah itu.
Mereka memandang diri mereka tidak lain kecuali Simurg.

Apa yang harus kulakukan, O Muslim? Sebab aku tak kenal diriku
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Zoroaster, buka pula Muslim.
Aku tidak dari Timur, Barat, darat atau lautan.
Aku tidak dicipta dari tanah, air, udara atau api
Aku tidak berasal dari perputaran angkasa atau pusaran debu, tidak dari keberadaan dan wujud.
Aku tidak berasal dari India, Cina, Bulgaria, ataupun Saqsin
Aku tidak berasal dari kerajaan Irak, atau negeri Khurasan
Aku tidak berasal dari dunia ini, dunia yang akan datang, tak dari surga atau neraka.
Aku tak berasal dari adam ataupun hawa
Tak dari taman firdaus atau kediaman malaikat Ridwan
Tempatku tak bertempat, jejakku tanpa jejak
Tempat asalku juga bukan tubuh dan jiwa, sebab aku adalah milik jiwa kekasih

Ad ataman indah, penuh pohon lebat
Pohon anggur , padang rumput hijau
Seorang sufi duduk, karam dalam tafakkur
Bertanya seseorang, “Hai sufi, mengapa tak Kupandang Tanda-Tanda Yang Rahman di sekitarmu, yang oleh-Nya dititah supaya kita renungi?”
Sufi menjawab, “ Tanda-tandaNya kulihat dalam diriku
Ada pun yang di luar

7 kesadaran jiwa dan hati

1. Awareness of Thinking.
Pintu kesadaran pikiran. “Born to be a king”. Kalau pisau di asah oleh batu, manusia diasah oleh manusia lainnya”.
2. Awareness of silence.
Pintu kesadaran berdiam diri. “Jika kau diam Tuhan pun berbicara”. Nabi yang hebat adalah manusia, manusia yang hebat adalah nabi.
3. Awareness of success
Pintu kesadaran kesuksesan. “ The power of Love”. Kau bisa berpikir negative dengan mengatakan mawar itu ada durinya atau kau bisa berpikir positif dengan mengatakan duri itu ada mawarnya.
4. Awareness of soul.
Pintu kesadaran jiwa. “ the power of soul”. Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, dan hari ini adalah hadiah, terima dan syukurilah.
5. Awareness of wisdom
Pintu kesadaran kebijaksanaan. “ air kehidupan”. Seseorang yang hidup, tetapi tidak mengerti makna hidup tidak layak dihidupi.
6. Awareness of vision.
Pintu kesadaran impian. “Tuhan pun bervisi”. Pikiran bagaikan tanaman kalau kita tidak merawatnya maka yang tumbuh akan ilalang.
7. Awareness of surrender.
Pintu kesadaran keikhlasan. “ The power of zero”. Seseorang yang belajar tentang kematian akan bangkit dari kehidupan dan seseorang yang bangkit dari kehidupan akan menyadari kematian.

seekor anjing

Ada suatu ustadz ternama yang lalu menjadi teladan banyak orang. Suatu pagi ada televisi yang mau meliputnya dan akan mewawancarainya, tampak reporter bergegas ke arahnya dan bertanya, “Maaf Pak, boleh ceritakan kepada kami dan pemirsa di rumah, apa yang menyebabkan Bapak bisa menjadi orang sukses hari ini?”. Ustadz ini diam sebentar, lalu berkata, “seekor anjing, adalah guru saya. “kontan saja, jawabannya mengagetkan banyak orang yang mendengarnya. Kemudian, reporter cantik itu bertanya dengan penasaran, “ Kok bisa Pak UStadz, bagaimana ceritanya?”
Dia menarik napas dan berkata, “ Lima tahun yang lalu saya pernah memutuskan mau bunuh diri karena depresi berat yang saya alami. Lalu, saya putuskan hari itu mau menceburkan diri ke danau yang ada di daerah saya. Pada saat saya mau menceburkan badan saya, terlihat dari jauh seekor anjing kehausan dan ingin sekali minum. Namun, pada saat anjing itu mau minum di bawah air ada anjing yang sama menatapnya. Pada saat dia menggonggong, anjing yang di bawah pun menggonggong. Anjing itu pun mundur ke belakang mau kembali lagi., tetapi rasa hausnya mungkin sudah ada di lehernya maka dia menjulurkan lidahnya. Namun, ada anjing yang sama persis juga menjulurkan lidahnya, dia kaget dan memutuskan kali ini harus pulang. Menyadari rasa hausnya sudah tidak tertahan, tanpa melihat lagi ke air, anjing itu langsung menceburkan diri “ BYUUUURRRRRRR”. Ternyata pada saat anjing itu menceburkan diri , tidak ada lagi bayang-bayang anjing lain. Ternyata anjing yang selalu melihatnya adalah bayangannya sendiri. Sejak itu saya lalu berpikir kenapa saya tidak coba saja terjun ke dalam danau kehidupan saya sendiri. Itulah asal mulanya saya belajar dari seekor anjing.

Kamis, 16 April 2009

LIVE ENRICHER

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: 'I am blind, please help.' There were only a few coins in the hat.


For Latest And Cool Stuff Visit (Www.xcitefun.net)

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'


For Latest And Cool Stuff Visit (Www.xcitefun.net)


The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?

Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?


For  Latest And Cool Stuff Visit (Www.xcitefun.net)


Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.


Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.
Keep the faith and drop the fear.

Great men say, 'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness…. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'


The most beautiful thing is to see a person smiling…

And even more
the beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!

MY LOVE

Ya, Rabbi…

Jika cinta sedang menggoda hatiku

Bawalah cintaku pada seseorang

Yang bisa melabuhkan cintaku kepada-Mu

Agar aku tak berpaling dari cinta-Mu

Ya, Rabbi…

Jika aku sedang mencintai seseorang

Arahkanlah cintaku

Agar tak melebihi cintaku kepada-Mu

Ya, Rabbi…

Jika aku sedang merindukan seseorang

Jagalah rinduku

Agar tak melebihi rinduku kepada-Mu

Ya, Rabbi…

Jika lidahku sedang sedang berucap “I Love You”

Biarkanlah terucap pada seseorang

Yang selalu mencintaimu

Agar lebih kuat cintaku kepada-Mu…

*Jalaludin Rumi bilang, “ Dengan cinta, yang pahit menjadi manis. Dengan cinta, yang mati menjadi hidup. Dengan cinta, raja menjadi budak. Dari ilmu, cinta dapat tumbuh. Pernahkah kebodohan menempatkan orang di atas tahta begini?”.

*Rasulullah SAW berpesan, “ Cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa jadi, suatu saat dia akan menjadi musuhmu. Dan, bencilah musuhmu sewajarnya karena bisa jadi, suatu saat dia akan menjadi kekasihmu”.

*Ketika cinta itu menggoda, cinta bisa menyambar siapa aja yang ada di dekatnya. So, hati-hati dengan cinta karena kalo kesambar bisa berabe.

*Kata Kahlil Gibran, cinta itu keindahan sejati yang terletak pada keserasian spiritual